Pengalaman Pertama Mengikuti Ujian Sertifikasi PLC di BNSP/LSP

Pengalaman Pertama Ujian Sertifikasi PLC di BNSP » Pada artikel kali ini saya akan bercerita tentang satu pengalaman saya saat mengikuti ujian sertifikasi PLC yang diselenggarakan oleh BNSP.

Jangan sungkan untuk meninggalkan pertanyaan di kolom komentar, saya akan berusaha menjawab berdasarkan apa yang saya ketahui.

BNSP-LSP

BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) adalah sebuah badan independen yang dibentuk oleh pemerintah untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan terhadap tenaga kerja di semua bidang profesi yang ada di Indonesia melalui proses sertifikasi kompetensi kerja bagi para tenaga kerja, baik yang berasal dari lulusan pelatihan kerja maupun dari pengalaman kerja.

Pelaksanaan sertifikasi dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), yaitu sebuah lembaga yang sudah memperoleh lisensi setelah melalui proses akreditasi dan dinyatakan telah memenuhi segala persyaratan oleh BNSP untuk melakukan sertifikasi.

Asesi & Asesor

  • Asesi adalah seseorang yang telah memenuhi persyaratan untuk disertifikasi kemampuannya
  • Asesor adalah penguji yang telah mendapatkan lisensi di bidang keilmuan tertentu dari BNSP

Persyaratan Peserta

Pertanyaan yang sering muncul adalah siapa saja yang boleh mengikuti sertifikasi PLC ini. Apabila anda berminat mengikuti sertifikasi ini, silakan simak persyaratan berikut ini.

  1. Memiliki Ijazah minimal SMK Jurusan Elektro
  2. Memiliki Sertifikat Pelatihan PLC
  3. Memiliki Surat Keterangan Pengalaman Kerja dalam Penggunaan PLC (minimal 1 tahun)
  4. Memiliki Kartu Hasil Studi Jurusan Teknik Elektro

Tenang saja, anda tidak harus memiliki semua persyaratan tersebut, saya sendiri hanya memiliki 2 persyaratan saat mendaftar sebagai calon peserta, yaitu Sertifikat Pelatihan PLC dan Transkrip Nilai Program Sarjana Teknik Elektro.

Namun memiliki persyaratan di atas tidaklah serta merta membuat anda bisa langsung mengikuti ujian. Sehari sebelum pelaksanaan sertifikasi, anda diharuskan mengikuti tahap assesmen.

Dalam tahap tersebut asesi diharuskan mengisi APL yang telah disiapkan oleh LSP. Isinya antara lain pengisian data pribadi asesi, fotokopi dokumen persyaratan yang diperlukan, dan ujian tulis tentang bidang yang akan diuji (Instalasi Listrik dan PLC). Selanjutnya asesor akan mengevaluasi hasilnya dan menentukan apakah asesi bisa melanjutkan ke tahap ujian praktik atau tidak.

Kompetensi yang Diujikan

Setelah dinyatakan lulus pada tahap sebelumnya, setiap asesi juga diwajibkan lulus dalam ujian praktik untuk mendapatkan Sertifikat PLC dari BNSP.

Ujian praktik ini meliputi pembuatan program berdasarkan perintah asesor (software) dan instalasi pengkabelan (hardware).

Agar anda mempunyai gambaran lebih jelas, silakan pelajari materi di bawah ini.

Baca: Soal Ujian Sertifikasi PLC di BNSP ★

Tips Supaya Bisa Lulus Sertifikasi

Ini materi yang sangat penting untuk anda ketahui. Sebab memiliki persyaratan sebagai peserta dan memiliki kemampuan mumpuni tidaklah cukup.

Tantangan yang paling utama dari ujian praktiknya adalah waktu yang diberikan oleh asesor sangat singkat. Dalam waktu 20 menit, anda diharuskan membuat program sesuai apa yang diperintahkan oleh asesor dan membuat instalasi pengkabelan sampai sistem siap dijalankan. Sehingga anda tidak ada celah untuk melakukan kesalahan sekecil apapun.

Tips yang harus anda ketahui antara lain:

  • Berdoa → Percaya Diri dan Percaya Dia (Allah)
  • Istirahat pada malam sebelum hari ujian
  • Atur waktu pengerjaan
    – 5 menit untuk membuat program,
    – 1 menit untuk simulasi, dan;
    – 14 menit untuk instalasi pengkabelan

Anda harus bisa menggunakan waktu secepat mungkin untuk melakukan instalasi pengkabelan, karena anda juga butuh melakukan pengujian sendiri untuk memastikan semua berjalan sesuai perintah, baik software maupun hardware, sebelum anda menyatakan “selesai” kepada asesor.

INGAT!
Jangan sampai menyatakan “selesai” sebelum anda mencoba mengujinya sendiri.

Keuntungan Memiliki Sertifikat BNSP

Banyak sekali orang mengatakan bahwa:
“Ini Indonesia, punya kemampuan saja tidak cukup kalau tidak ada bukti tertulis, alias sertifikat.”
Saya pun sependapat dengan pernyataan itu, akan tetapi tidak sepenuhnya membenarkan, karena hal itu terjadi bukan karena kita berada di Indonesia, melaikan dimanapun kita berada.

Sekarang bayangkan bahwa anda adalah seorang pemilik bisnis yang sedang membutuhkan tenaga ahli untuk menempati jabatan tertentu di perusahaan anda, dan anda dihadapkan dengan beberapa pelamar berikut ini:

  • Pelamar A mengaku mengatakan bahwa dia kemampuan sesuai kriteria yang dibutuhkan perusahaan
  • Pelamar B direkomendasikan oleh teman anda dan dinyatakan bahwa dia kemampuan sesuai kriteria yang dibutuhkan perusahaan
  • Pelamar C memiliki memiliki sertifikat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan

Pelamar manakah yang akan anda terima?
Jika saya yang menjadi pemilik bisnis itu, maka saya akan memilih Pelamar B dan atau C, karena informasi tentang kemampuan yang mereka miliki lebih bisa dipertanggungjawabkan daripada Pelamar A.

Dari gambaran di atas, terlihat keuntungan jika memiliki sertifikat. Kita akan lebih dipercaya bahkan saat kita tidak memiliki seseorang yang bisa merekomendasikan kemampuan apa yang kita miliki.

Penerbitan Sertifikat

Apabila anda sudah dinyatakan lulus ujian, maka anda tinggal menunggu penerbitan sertifikat sekitar 3 bulan. Dan seperti inilah sertifikat yang diterbitkan BNSP melalui LSP Elektronika Nasional. Masa berlakunya selama 3 (tiga) tahun, karena teknologi akan terus berkembang, sehingga harus selalu ada pembaruan kompetensi.

Ringkasan

Demikianlah pengalaman saya pada saat mengikuti Sertifikasi PLC yang diselenggarakan oleh BNSP.

Semoga apa yang saya ceritakan bisa memberikan gambaran untuk anda yang ingin mengikuti ujian serupa di kemudian hari. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs BNSP.

Jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar ya. Terima kasih! 🙂

Automasi.NET ™

Lihat Komentar

    • Halo, Mas Ali.
      Biasanya BNSP tidak membuka ujian secara langsung, tetapi lembaga pelatihan yang bekerja sama dengan BNSP membuka program pelatihan PLC.
      Jadi setelah dilakukan pelatihan 3-5 hari, nanti peserta didaftarkan ke BNSP, kemudian baru dilanjutkan dengan Pra-Assesment dan Uji Kompetensi.

      Kalau boleh tau, Mas Ali domisili mana?

  • Bang, tolong ajarin cara daftarnya ke BNSP. Saya mau sertifikasi untuk teknisi listrik. Bingung mulainya dari mana, thanks.

    • Halo, Mas Fajar.
      Silakan dicari lembaga pelatihan resmi terdekat sesuai profesi yang akan disertifikasi. Biasanya mereka sudah bekerja sama dengan BNSP/LSP dan sudah menyiapkan TUK (Tempat Uji Kompetensi) dengan segala peralatan yang dibutuhkan.

      Selanjutnya bisa mendaftarkan diri dan mengikuti tahap Pra-Assesment sampai tahap Uji Kompetensi.

Ditulis oleh:
Automasi.NET ™
Tag: featured sertifikasi

Pos terakhir

  • Omron CP Series

Instruksi DIFU dan DIFD serta Contohnya pada PLC Omron CP1H

Instruksi DIFU dan DIFD serta Contohnya pada PLC Omron CP1H » Selamat datang di Akademi…

1 Juni 2024
  • Pemrograman

Konversi Biner ke Oktal

Gunakan kalkulator konversi biner ke oktal di bawah ini untuk memeriksa hasil perhitungan manual anda.…

10 Mei 2024
  • Omron CP Series

Rangkaian Logika Self Holding pada PLC Omron CP1H

Rangkaian Logika Self Holding pada PLC Omron CP1H » Selamat datang di Akademi Automasi Indonesia.…

7 Mei 2024
  • Omron CP Series

Kontak NO dan NC serta Perintah OUT pada PLC Omron CP1H

Kontak NO dan NC serta Perintah OUT pada PLC Omron CP1H » Selamat datang di…

16 April 2024
  • Omron CP Series

Pengenalan Fitur CX Programmer dari PLC Omron

Pengenalan Fitur CX Programmer (PLC Omron) » Selamat datang di Akademi Automasi Indonesia. Pada artikel…

14 November 2021
  • Omron CP Series

Pengenalan Hardware PLC Omron CP1H

Mengenal Hardware PLC Omron CP1H » Pada artikel ini kita akan membahas varian CPU dari…

9 Oktober 2021