Rangkaian Logika Self Holding pada PLC Omron CP1H » Selamat datang di Akademi Automasi Indonesia. Pada artikel ini kita akan membahas Rangkaian Logika Self Holding pada PLC Omron CP1H. Kami sarankan supaya anda membaca secara tuntas, sehingga tidak ada materi penting yang terlewatkan.
Tutorial PLC Omron CP Series menggunakan software CX Programmer di situs ini telah kami susun secara sistematis (rapi dan berurutan) mulai dari materi dasar hingga lanjut, sehingga anda bisa lebih mudah untuk mempelajarinya berdasarkan tingkat pemahaman yang dimiliki saat ini.
Indeks Materi
Tutorial Lengkap PLC Omron CP Series
Materi Sebelumnya
Kontak NO dan NC serta Perintah OUT
Sebelum mulai belajar, selalu ucapkan BISMILLAH
Silakan bertanya pada kolom komentar di bawah kalau anda mengalami kesulitan untuk memahami isi materi, kami akan berusaha membalas komentar anda.
Baiklah, mari kita bahas materi utama.
Selamat belajar dan tetap semangat ya 🙂
Basic dari semua pemrograman PLC adalah rangkaian pengunci atau biasa disebut dengan Self Holding Circuit, yaitu sebuah rangkaian yang dapat mempertahankan kondisi output tetap ON saat mendapat trigger dari input start walaupun hanya sesaat dan sudah berubah kembali ke kondisi awal, dan output hanya dapat OFF apabila mendapat trigger dari input stop walaupun sesaat pula.
Trigger atau pemicu tidak terbatas pada input fisik yang didapatkan dari push button, limit switch, dan sensor saja. Tetapi semuanya bit address yang ada pada internal CPU PLC juga bisa digunakan.
Perhatikan gambar animasi berikut ini supaya bisa lebih mudah untuk memahami prinsip kerja dari rangkaian self holding.
Perhatikan gambar di bawah, ketika Input I:0.00 berubah menjadi ON sesaat, maka Output Q:100.00 akan ON terus, karena arus akan mengalir melalui Auxiliary Contact Q:100.00 dan Input I:0.01. Untuk mematikan Output Q:100.00, dilakukan dengan memutus sesaat arusnya dari Input I:0.01.
Contoh di atas hanya untuk memudahkan gambaran kita di dalam memahami rangkaian logika self holding, namun pada kondisi sebenarnya Kontak I:0.01 menggunakan Normally Open Contact. Sebab pada Push Button Stop yang digunakan adalah kontak NC, jika di program ladder-nya kita juga menggunakan NC maka statusnya akan FALSE, sehingga output-nya tidak akan bisa on.
PERHATIAN!
Push Button Stop dan atau Emergency Stop harus menggunakan Kontak NC, tujuannya untuk safety. Jika terjadi kerusakan kontak, maka mesin tidak akan bisa dijalankan. Sebaliknya jika menggunakan Kontak NO, maka dapat menjadi sangat berbahaya ketika terjadi keadaan darurat pada mesin dan kita tidak dapat mematikannya karena ada kerusakan tombol atau tidak berfungsi.
Perhatikan gambar di bawah, ketika Input I:0.02 berubah menjadi ON sesaat, maka output Q:100.01 akan ON terus karena Instruksi SET telah diaktifkan.
Untuk mematikan output Q:100.01, dilakukan dengan mengaktifkan Instruksi RSET melalui trigger pada Input I:0.03. Instruksi RSET harus dibuat pada rung yang terpisah dari Instruksi SET.
Perhatikan gambar di bawah, ketika Input I:0.04 berubah menjadi ON sesaat maka Output Q:100.02 akan ON terus karena Instruksi KEEP telah diaktifkan.
Untuk mematikan Output Q:100.02, cukup dengan menonaktifkan Instruksi KEEP melalui trigger pada Input I:0.05. Berbeda dengan Instruksi SET & RSET, trigger start dan stop pada Instruksi KEEP ini dibuat di dalam satu rung yang sama.
Meskipun berbeda instruksinya, namun ketiga Self Holding Logic di atas sebenarnya memiliki prinsip yang sama, sehingga aturan prioritasnya pun sama, saat Input Stop atau Instruksi RSET sedang aktif, Input Start atau Instruksi SET akan diabaikan oleh sistem.
Dengan kata lain, jika kondisi Input Start/SET dan Input Stop/RSET ditekan secara bersamaan maka Output akan OFF.
Cobalah untuk terus berlatih secara berulang-ulang mengenai rangkaian dasar ini sampai benar-benar mahir. Kalau belum mampu menguasai konsep ini sebaiknya jangan melanjutkan dulu ke materi berikutnya, karena anda akan merasa kesulitan saat bertemu dengan logika yang lebih kompleks.
Tutorial PLC Omron Bahasa Indonesia
Rangkaian Logika Self Holding pada PLC Omron CP1H
Demikian penjelasan detail tentang Rangkaian Logika Self Holding pada PLC Omron CP1H. Jika terdapat materi yang belum dimengerti atau mungkin ditemukan kesalahan di dalamnya, silakan tinggalkan pesan di kolom komentar, kami sangat terbuka dengan kritik dan saran dari anda.
Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada lebih banyak orang melalui tombol social sharing yang sudah disediakan di samping kiri atau bagian bawah halaman, supaya semakin banyak orang yang bisa memperoleh pengetahuan baru.
Materi Lanjutan
Instruksi DIFU dan DIFD serta Contohnya
Semoga Allah memberikan pahala yang mengalir secara terus-menerus apabila anda berkenan dan ikhlas untuk ikut membantu menyebarkan ilmu yang bermanfaat.
“Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin”
Terima kasih dan salam hangat dari kami,
Tim Automasi.NET 🙂
Referensi Materi » www.omron.co.id
Instruksi DIFU dan DIFD serta Contohnya pada PLC Omron CP1H » Selamat datang di Akademi…
Gunakan kalkulator konversi biner ke oktal di bawah ini untuk memeriksa hasil perhitungan manual anda.…
Kontak NO dan NC serta Perintah OUT pada PLC Omron CP1H » Selamat datang di…
Pengenalan Fitur CX Programmer (PLC Omron) » Selamat datang di Akademi Automasi Indonesia. Pada artikel…
Mengenal Hardware PLC Omron CP1H » Pada artikel ini kita akan membahas varian CPU dari…
Tutorial PLC Omron CP Series (CX Programmer) » Pada halaman ini saya telah membuat daftar…